Ahlan Wa Sahlan

Selamat datang di rumah maya pejuang,,, semoga silaturrahim yang dilakukan memperpanjang umur kita, menambah rizki, maka tentu saja kita akan lebih banyak berbuat kebaikan ^^

Senin, 15 Februari 2010

al-Isti’ab ad-Da’awy (Kapasitas Rekruitmen Dakwah)



Taujih ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc.

Al Isti’ab diartikan sebagai kapasitas atau daya tampung bagi setiap Murabbi/Murabbiyah, ibarat sebuah gelas, maka jumlah air yang dapat ditampung oleh gelas itulah kapasitas dari gelas. Jika beban air yang diberikan melebihi kapasitasnya, maka air akan tumpah kemana-mana, sebagaimana seorang murabbi jika diberikan tanggungan yang melebihi kapasitasnya, maka dia tak akan mampu menanggungnya.Bila kita melihat adik kita yang masih TK semisal, kemudian kita minta dia untuk mengerjakan tugas praktikum kita, tentu dia tidak akan bisa mengerjakannya, sebaliknya, ’Pe eR’-nya dia tentu dengan sangat mudah dapat kita selesaikan. Inilah hubungan kapasitas dengan tuntutan, yang mana yang lebih besar? Kapasitas da’awi kita? Ataukah tuntutan dakwah yang ada?

Alhamdulillah manusia berbeda dengan gelas, kapasitas manusia dapat ditambah atau berkembang, bagaimana maningkatkan kapasitas da’awi para murabbi/yah ini adalah pokok bahasan taujih sang ustadz di sore hari yang diluar hujan ini.

Syaikh Mushthafa Masyhur Allahuyarham dalam sebuah bukunya, Thariqud Da’wah, bainal Asshalah wal Inkhiraf, menyatakan: “Kalau Tarbiyah tidak berjalan (ihtimam/ perhatian terhadap tarbiyah tidak berjalan) maka kader-kadernya akan menjadi duunal mustawa’ (dibawah level).” Maksud dari pernyataan Syaikh rahimahullah sebagaimana dijelaskan ustadz adalah pentingnya untuk memperbesar kapasitas seseorang dengan pintu tarbiyah. Peningkatan kapasitas ini dapat dibagi menjadi tiga hal:

1. al-Isti’ab ar-Ruuh
2. al-Isti’ab al-‘Ilmy
3. al-Isti’ab al-Haraky

al-Isti’ab ar-Ruuhy

Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan spiritual. Pada dasarnya setiap manusia itu kosong seperti sebuah CD-blank, barulah kemudian akan ada blokiran dalam catatan hariannya untuk kegiatan-kegiatannya. Kenyataannya seringkali beberapa ikhwah mengatakan ”Pas masuk waktu duhur ndilalah ngetik belum selesai” (kata ustadz ndilalah yang bahasa jawa itu artinya “kok ya”, berasal dari bahasa arab: bi idznillah), padahal seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya, kita blok terlebih dahulu waktu shalat kita, sediakan space dalam gelas kita untuk shalat 5 waktu dan tidak diisi oleh air. Maka insyaAllah kegiatan lain akan menyesuaikan waktu shalat kita itu, karena kita sudah memblokir space kapasitas ruhiyah kita dan air/ kegiatan lain akan mengisi sisanya.

al-Isti’ab al-‘Ilmy

Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan keilmuan. Tuntutan dakwah bagi murabbi/yah sebenarnya sederhana, tuntutan itu adalah menyampaikan satu ayat. Jadi tidak ada kemudian istilah ”bentrok dakwah dan kuliah” atau bentrok ”dakwah, kuliah, nikah” semisal (he..). Karena satu ayat akan kita dapatkan dari salah satu kajian kemudian kita transfer kepada mutarabbi/yah kita, jika satu ayat telah tertransfer, tugas kita mencari satu ayat lagi untuk ditransfer. Tidak semua harus menjadi Lc (kata ustadz Lc ini kepanjangannya LuCu) dulu atau harus ngaji hadits dan menguasai hardisk dulu, sistemnya adalah cari satu ayat, berikan satu ayat, habis? Cari lagi, berikan lagi, begitu seterusnya. Jangan sampai materi itu hanya menumpuk dalam diri kita saja, nanti bisa jadi kolesterol materi. Jadi materi itu tetap harus disalurkan.

al-Isti’ab al-Haraky

Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan pergerakan. Bagian terpenting dari pergerakan ini adalah wilayah dan jangkauan kita dalam berdakwah. Dicontohkan ketika da’wah Rasulullah dahulu, ikatan yang digunakan untuk menyebarkuaskan fikrah adalah keluarga dan kabilah, tetapi sekarang arena da’wah sangat luas, baik kos, organisasi, fakultas, kampus. Sangat penting untuk menyadari posisi kita dan memaksimalkan wilayah dakwah yang bisa kita cover.

Sesi tanya jawab,
Pertanyaan:

1. Bagaimana jika ada mutarabbi kita yang ngaji juga di harakah lain? Kita delete dari tim atau bagaimana? Atau kita larang untuk ngaji sembarangan.
2. Bagaimana jika mutarabbi kita lebih pintar dari kita?

Jawaban:

1. Prinsip kita adalah: ”Tidak boleh melarang orang untuk belajar.” Terus berusaha menunjukkan fikrah kita tetapi jangan sampai menjelekkan harakah lain. Seperti orang yang berdagang, maka kita harus bisa meyakinkan pembeli bahwa barang dagangan kita paling bagus tanpa menjelekkan barang dagangan orang lain. Justru diharapkan dengan banyak ngaji insyaAllah kapasitasnya akan bertambah. Pelarangan untuk belajar di harakah lain itu –kata ustadz- menunjukkan busuknya hati seseorang.
2. Posisikan diri bahwa sebenarnya Murabbi/yah dan Mutarabbi/yah sebenarnya adalah sama dan setingkat, hanya saja Murabbi dapat materi lebih dulu sehingga kita diharapkan bisa enjoy dengan mutarabbi sepintar apapun.

Wallahu a’lam bisshawab.
Rangkuman taujih beliau di IC Seturan, 14 April 2006/ 16 Rabi’ al-Awwal 1427H
Akhukum fillah, Imam Manggalya (Ketua BEM KU UGM 2006)

Sumber: http://ksai-aluswah.org/news.php?item.46

_________________
Tegakkan Islam di dadamu, maka ia akan tegak di muka bumimu.

Minggu, 10 Januari 2010

Resolusi 2010

Resolusi??? Apakah itu???

Dari kemaren banyak yang nulis itu... Resolusi 2010... Resolusi itu artinya tekad... Ho ho ho

Kalau gitu itu nama lain dari nama saya.. He he

Dengan ini menyatakan bawha,
saya Rabbi Natiqah mendeklarasikan Resolusi si Tahun 2010

1. Menyelesaikan Proposal Skripsi di pertengahan bulan Januari dan daftar, Skripsi di akhir Februari.. Ujian di bulan April

2. Ikut Les Bahasa Inggris u/ Conversation, TOEFL dan Job mulai Februari

3. Mensukseskan KKN FKUB2006 Februari-ApriL 2010

4. Yudisium PD FKUB gelombang 1st

5. IPK Kumlaude

7. Buat Tulisan setiap bulannya minimal 10

8. Mentoring dan Halaqah (3)

9. Hafalan!!!

Semoga Allah meridhoi dan menjadi penolong bagi kami... Amiiiin.........

Sabtu, 09 Januari 2010

Syaikh Umar Tilmisani

(Mursyid ‘Aam III Ikhwanul Muslimin, 1322 – 1406 H/1904 – 1986 M)

Syaikh Umar Tilmisani adalah salah seorang dari tokoh-tokoh da’i dan murobbi. Nama lengkapnya Ustadz Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Musthafa Tilmisani. Beliau pernah menjabat sebagai Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin setelah wafatnya Mursyid ‘Aam kedua, Hasan Hudhaibi pada bulan November 1973.

TEMPAT, TANGGAL LAHIR DAN MASA KECIL SYAIKH UMAR TILMISANI

Garis keturunan Syaikh Umar Tilmisani berasal dari Tilmisan, Aljazair. Beliau dilahirkan di kota Cairo pada tahun 1322 H/1904 M, di jalan Hausy Qadam, Al Ghauriyah. Ayah dan kakeknya merupakan pedagang kain dan batu permata.

Kakek beliau merupakan seorang salafi yang banyak mencetak buku-buku karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena itu beliau hidup dan besar dalam suasana yang jauh dari bid’ah. Syaikh Umar Tilmisani mendapat pendidikan awal di sekolah yang dikelola oleh yayasan sosial tingkat menengah dan atas di Madrasah Ilhamiyah, kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum. Tahun 1933 beliau lulus dari Fakultas Hukum kemudian menjadi pengacara di Syabin Al-Qanathir dan bergabung dengan jama’ah Ikhwanul Muslimin.

Syaikh Umar Tilmisani merupakan pengacara pertama yang bergabung dengan Ikhwan, mewakafkan pemikiran dan potensi untuk membelanya. Beliau merupakan orang kuat Hasan Al-Banna. Beliau sering menyertai Al-Banna dalam beberapa kunjungan, baik di dalam maupun di luar Mesir. Bahkan, Imam Syahid sering meminta bantuannya dalam menyelesaikan beberapa masalah.

Syaikh Umar Tilmisani nikah ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Istrinya wafat pada bulan Agustus 1979 setelah menyertainya selama setengah abad lebih. Dari perkawinannya itu, mereka dikaruniai empat orang anak : Abid, Abdul Fattah dan dua orang putri.

Kesibukan beliau sebagai pengacara tidak membuatnya lupa untuk selalu menuntut ilmu. Beliau banyak menelaah berbagai ilmu, seperti : tafsir, hadits, fiqh, sirah, tarikh dan biografi para tokoh. Syaikh Umar Tilmisani juga mengikuti perkembangan berbagai konspirasi musuh-musuh Islam, baik di dalam maupun di luar Mesir. Beliau sangat serius dalam mengkaji dan menentukan sikap serta menentang konspirasi dengan bijaksana dan nasihat yang baik. Beliau juga membantah tuduhan-tuduhan, mengikis syubhat-syubhat dengan ‘izzah seorang mukmin yang faham ketinggian agamanya dan kehinaan selain Islam. Tiada penolong selain Allah Ta’ala dan tiada agama yang diridhai selain Islam.

KOMITMEN DIRI SYAIKH UMAR TILMISANI

Syaikh Umar Tilmisani meninggalkan kesan positif pada setiap orang yang mengenal dan berhubungan dengannya. Beliau dikaruniai kejernihan hati, kebersihan jiwa, kehalusan ucapan, keindahan ungkapan yang keluar dari lisannya, lidah yang fasih dengan teknik berdebat dan dialog yang sangat tersusun. Beiau menceritakan tentang dirinya : “Karena itu saya tidak bermusuhan dengan siapapun, kecuali dalam rangka membela kebenaran atau mengajak menerapkan Kitabullah. Kalaupun ada permusuhan, maka itu berasal dari pihak mereka, bukan dariku. Saya bersumpah untuk tidak menyakiti seorangpun dengan kata-kata kasar, meskipun tidak setuju dengan kebijakannya atau bahkan dia menyakitiku. Karena itu, tidak pernah terjadi permusuhan antara diriku dengan seseorang karena masalah pribadi”.

Tidak berlebihan kalau disimpulkan bahwa siapapun yang keluar dari majelisnya pasti mengagumi, menghormati, dan mencintai da’i unik yang menjadi murid Imam Hasan Al-Banna ini. Da’i yang lulus dari madrasah Ikhwan, bergabung dengan jama’ahnya sebagai da’i yang tulus dan ikhlas.

AKHLAK DAN SIFAT SYAIKH UMAR TILMISANI

Syaikh Umar Tilmisani sangat pemalu, seperti diketahui orang-orang yang mengenalnya dari dekat. Orang yang sering duduk dan berdialog dengan Syaikh Umar Tilmisani merasakan betapa keras dan lamanya ujian yang beliau alami di penjara, malah mensterilkan dirinya sehingga tiada tempat di dalam dirinya kecuali kebenaran. Beliau mendekam di penjara selama hampir dua puluh tahun. Beliau masuk penjara pada tahun 1948 dan masuk lagi pada tahun 1954. Penguasa Mesir memenjarakannya untuk ketiga kalinya tahun 1981. Namun ujian-ujian itu tidak mempengaruhi dirinya, bahkan justru menambah ketegasan dan ketegarannya.

Dalam wawancara dengan majalah Al-Yamamah Arab Saudi edisi 14 Januari 1982, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Tabiat yang membesarkanku membuatku benci kekerasan, apapun bentuknya. Ini bukan hanya sekedar sikap politik, tapi sikap pribadi yang terkait dengan struktur keberadaanku. Bahkan, andai dizalimi, saya tidak akan menggunakan kekerasan. Mungkin saya menggunakan kekuatan untuk mengadakan perubahan, tetapi tidak untuk kekerasan.”

SURAT UNTUK PRESIDEN

Dalam surat terbuka untuk Presiden Mesir yang dimuat dalam surat kabar Asy-Sya’ab Al-Qahiriyyah edisi 14 Mei 1986, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Wahai Presiden Yang Mulia, yang terpenting bagi kami, kaum muslimin Mesir adalah menjadi bangsa yang aman, stabil dan tenang di bawah naungan syari’at Allah Ta’ala. Sebab kemaslahatan umat ini terletak pada penerapan syari’at-Nya. Tidak berlebihan bila saya katakan, bahwa penerapan syari’at Allah Ta’ala di Mesir akan menjadi pembuka kebaikan bagi seluruh wilayahnya. Dengan itulah, penguasa dan seluruh rakyat mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.”

NASEHAT-NASEHAT SYAIKH UMAR TILMISANI

Dalam untaian nasehat yang disampaikan kepada generasi muda Ikhwan, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Tantangan yang dialami da’i sangat berat dan sukar. Kekuatan material berada di tengah-tengah musuh-musuh Islam yang bersatu untuk memerangi umat Islam, meskipun mereka memiliki kepentingan yang berbeda. Jama’ah Ikhwanul Muslimin sekarang menjadi sasaran tembak mereka.

Menurut logika dan akal manusia, pasukan Thalut yang beriman tidak mampu melawan Jalut dan tentaranya. Tetapi, ketika pasukan kaum mukmin yakin kemenangan itu datang dari Allah Ta’ala, bukan hanya bergantung pada jumlah pasukan dan kelengkapan persenjataan, maka mereka dapat mengalahkan Jalut dengan izin Allah Ta’ala.

Saya tidak meremehkan kekuatan pribadi, juga tidak meminta da’i selalu membisu, zikir dengan menggerakkan leher ke kanan dan ke kiri, memukulkan telapak tangan dan menengadahkan dagu, karena itu semua bencana yang membahayakan dan mematikan. Sesungguhnya yang saya inginkan ialah berpegang teguh dengan wahyu Allah Ta’ala, berjihad dengan kalimat yang benar, tidak menghiraukan gangguan, menjadikan diri sebagai teladan dalam kepahlawanan, bersikap ksatria, istiqomah dan yakin bahwa Allah Ta’ala pasti menguji hamba-hamba-Nya dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, agar dapat diketahui siapa yang tulus dan siapa yang munafik. Aspek-aspek inilah yang merupakan faktor-faktor penyebab kemenangan. Kisah-kisah di dalam Al-Quran merupakan argumen paling baik dalam masalah ini.

Semangat pemuda yang diiringi pemahaman mendalam tidak memerlukan banyak eksperimen, tetapi sangat memerlukan kesabaran, kekuatan dan komitmen pada aturan Al-Quranul Karim, dan mengkaji sirah generasi pendahulu yang telah menerapkannya di setiap aktivitas mereka. Itu penting, agar Allah Ta’ala mengkaruniakan kemengangan, kemuliaan dan kekuasaan yang hampir dianggap mustahil”.

ISTIQOMAH DAN KEBERANIAN SYAIKH UMAR TILMISANI

Ustadz Umar Tilmisani dikenal sebagai seorang yang tegas di dalam maupun di luar penjara. Beliau tidak pernah tunduk pada ancaman atau intimidasi. Beliau juga dikenal sebagai seorang yang zuhud, ‘iffah (menjaga kehormatan), hanya takut kepada Allah Ta’ala dan selalu mengharap ridho-Nya.

Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Saya tidak pernah takut kepada siapapun selama hidupku, kecuali kepada Allah Ta’ala. Tidak ada yang dapat menghalangiku mengucapkan kebenaran yang saya yakini, meskipun orang lain merasa berat dan saya mendapatkan kesusahan karenanya. Saya katakan apa yang saya yakini dengan tenang, mantap dan sopan, agar tidak menyakiti pendengar atau melukai perasaannya. Saya juga berusaha menjauhi kata-kata yang mungkin tidak disukai lawan bicaraku. Dengan cara seperti itu, saya mendapatkan ketenangan jiwa. Andai cara ini tidak dapat merekrut banyat kawan, maka berdiam diri menjagaku dari kejahatan lawan.”

Sikap tulus dalam ucapan, serius bekerja, berani menghadapi persoalan, istiqomah dan teguh menghadapi tantangan dari dalam maupun dari luar adalah ciri khas Ustadz Umar Tilmisani. Dalam dialog terbuka di kota Ismai’iliyah yang dihadiri Ustadz Umar Tilmisani dan disiarkan langsung di radio dan TV, Presiden Anwar Sadat menuduh jama’ah Ikhwanul Muslimin sebagai dalang dari fitnah Sekretariat. Anwar Sadat juga melontarkan tuduhan palsu lainnya kepada Ikhwan. Tidak ada pilihan bagi Ustadz Tilmisani kecuali berdiri menjawab tuduhan Anwar Sadat, “Siapapun yang berlaku zalim kepadaku, maka biasanya saya adukan kepada Anda. Karena Anda rujukan tertinggi – setelah Allah Ta’ala – buat orang-orang yang mengadu. Sekarang, kezaliman itu datang dari Anda, karena itu saya adukan Anda kepada Allah Ta’ala !”.

Mendengar itu semua, Anwar Sadat terkejut dan gementar, kemudian meminta agar Ustadz Umar Tilmisani menarik kembali pengaduannya. Ustadz Tilmisani menjawab dengan tegas, sopan, dan menegaskan, "Saya tidak mengadukan Anda kepada pihak yang zalim, tapi kepada Zat Yang Maha Adil. Dialah yang mengetahui segala yang saya katakan!"

Gaya Hidup Syaikh Umar Tilmisani

Gaya menawan dalam dialog yang mewarnai setiap tindakan Syaikh Umar Tilmisani bukanlah tindakan yang dibuat-buat. Itulah ciri khas yang melekat pada ucapan, perilaku, akhlak, dan interaksinya; baik dengan individu, jamaah,pemimpin, penguasa, dan majoriti manusia, tanpa membeda-bedakan orang kecil atau orang besar, orang miskin atau orang kaya. Syaikh Umar Tilmisani sangat meyakini prinsip Ikhwanul Muslimin yang diambil dari Al-Qur'an, As-Sunah, dan ijma’ para ulama’.

Jamaah Syaikh Umar Tilmisani

Syaikh Umar Tilmisani berpendapat, Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang tulus dan murni. Syaikh Umar Tilmisani berkata, "Orang yang menghayati langkah-langkah Ikhwanul Muslimin, semenjak berdirinya pada tahun 1347 H./I928 hingga hari ini, tidak akan menjumpai sesuatu pun kecuali serangkaian pengorbanan berkesinambungan untuk menegakkan aqidah, potensi optimum yang produktif di semua sektor kegiatan sosial, berupaya mengukuhkan ikatan persaudaraan antara berbagai-bagai bangsa muslim, dan usaha menyebarkan perdamaian di seluruh negara.

Ikhwanul Muslimin diperangi berbagai aliran; baik dari dalam maupun luar negeri.

Meskipun demikian, Ikhwanul Muslimin tidak pernah sekali-kali berusaha menyebarkan fitnah, memecah-belah persatuan, menghancurkan lembaga-lembaga lain, berdebat secara anarkis, atau menbuat fitnah untuk menjatuhkan seseorang."

Ciri khas lain Syaikh Umar Tilmisani ialah menyejukkan, membangunkan semangat, dan dasar interaksinya yang setia, meskipun terhadap orang yang tidak pernah mau sepakat, bahkan memerangi Ikhwanul Muslimin. Syaikh Umar Tilmisani berwasiat, "Muslim tidak mengenal istilah 'agama milik Allah dan tanah air milik semua orang." Setiap muslim meyakini segala yang ada di alam ini milik Allah Ta'ala semata. Siapa yang berusaha mengubah makna ini merupakan penipu yang ingin merampas sumber kekuatan negara, agar mudah dikhianati. Orang muslim tidak mengenal pemisahan

antara agama dan negara. Mereka yakin sepenuhnya pemerintah tidak mempunyai hak

bersama Allah Ta'ala., sebab apabila diyakini pemerintah mempunyai hak bersama Allah Ta 'ala, maka pemerintah menjadi sekutu bagi-Nya. Sedang muslim tidak mengakui kemusyrikan dalam bentuk apa pun."

Sifat Zuhud, Tawadhu, dan Sederhana Syaikh Umar Tilmisani

Ustadz Umar Tilmisani adalah dai, murabi, dan pemimpin yang hidup secara tulus dengan Allah Ta 'ala, berjuang untuk menegakkan agama-Nya, aktif dalam dunia dakwah, bersabar, selalu meningkatkan kesabaran, berjaga, berjihad, berpegang teguh pada tali agama Allah Ta'ala yang kokoh, dan bekerjasama dengan mujahid yang tulus, baik ketika menjadi perajurit atau pemimpin, di penjara atau di luar penjara.

Beliau tidak pernah mengubah sikap, pembohong, menyimpang, tamak terhadap keindahan dunia dan kekuasaan. Beliau meninggalkan kehidupan yang penuh dengan bunga-bunga dunia, untuk menghadap Allah Ta 'ala.Beliau tinggal di apartment yang sangat sederhana dan bersyukur dengan hidupnya, tanpa memaksakan diri. Saya (penulis artikel ini-Red) sedih hingga air mataku ingin keluar membasahi pipi, tapi saya berusaha menahannya karena khuatir beliau menyadarinya. Apalah artinya kita jika dibandingkan dengan orang-orang yang telah dibebaskan imannya dari penyakit cinta dunia, dan mengorbankan apa saja untuk memperjuangkan agama! Apartment Syaikh Umar Tilmisani berada di lorong sempit Komplek Al-Mulaiji Asy-Sya'biyah AI-Qadimah, wilayah Ath-Thahir Kairo. Tangga menuju ke kediamannya sudah tua dan usang, dan perabotnya sangat sederhana. Padahal beliau berasal dari keluarga yang kaya-raya dan berstatus tinggi. Ini semua mencerminkan kezuhudan, kesederhanaan, dan ketawadhuannya. Syaikh Umar Tilmisani dicintai pemuka masyarakat Mesir di semua lapisan. Orang-orang Qibthi juga mencintai dan menghormatinya. Bahkan ahli kerajaan pun amat menyeganinya dan mengakui sifat-sifat mulianya.

Seluruh anggota Ikhwanul Muslimin menganggapnya sebagai contoh teladan, berlomba-lomba untuk menimba ilmunya, dan berebut untuk melaksanakan seruannya. Ini karena cinta kepada Allah Ta 'ala merupakan landasan interaksi mereka, penerapan syariatNya merupakan target mereka, dan keredhaanNya tujuan mereka.

Kunjungan Syaikh Umar Tilmisani ke berbagai negara Islam; baik Arab maupun non-Arab, dan kaum muslimin di tempat pengasingan, adalah penglipur lara luka-luka

umat, sekaligus memberi bimbingan untuk kaum muslimin dalam melakukan apa yang

seharusnya dilakukan untuk agama, umat, dan tanah air mereka. Seluruh kajian, ceramah, dialog, nasihat, bimbingan, dan ucapan Syaikh Umar Tilmisani memberi motivasi kepada umat, terutama para pemuda, intelektual, dan golongan ulama, agar memikul tanggungjawab dan menunaikan peranan dalam mengembalikan kejayaan Islam, sesuai dengan posisi dan bakat masing-masing. Inilah tugas dai di setiap masa dan tempat, sebab inilah risalah yang dibawa oleh para rasul yang diwariskan kepada ulama, aktivis pergerakan, dai yang tulus, dan kaum mukminin yang ikhlas.

Karya-Karya Syaikh Umar Tilmisani

Ustadz Umar Tilmisani menyumbangkan khazanah pemikiran Islam menerusi beberapa karya tulisan dalam beberapa tema. Antara karyanya yang paling terkenal ialah:

1. Syahidul Mihrab 'Umar Ibnu Al-Khathab.

2. Al-Khuruj Minal Ma'zaqil Islamir Rahin.

3. Al-Islamu wal Hukumatud Diniyah.

4. Al-Islamu wal Hayah.

5. Araa Fid Din Was Siyasah.

6. Al-Mulhimul Mauhub Hasanul Banna;Ustadzul Jil.

7. Haula Risalah (Nahwan Nur).

8. Dzikrayat La Mudzakkirat.

9. Al-Islam wa Nazhratuhus Samiyab Lil Mar'ah.

10. Ba'dhu Ma 'Allamanil Ikhwanul Muslimun.

11. Qalan Nasu Walam Aqulfi Hukmi 'AbdinNasir.

12. Ayyam Ma'as Sadat.

13. Min Fiqhil I'lamil Islami.

14. Min Sifatil 'Abidin.

15. Ya Hukkamal Muslimin, Ala Takhafunallah?.

16. Fi Riyadhit Tauhid.

17. La Nakhafus Salam, Walakin.

Ditambah lagi karya tulisan berupa pengantar redaksi didalam majalah Ad-Dakwah Al-Qahiriyah, makalah tentang persoalan Islam yang dimuat dalam berbagai majalah dan surat khabar, ceramah di seminar; baik di negara-negara Arab, Islam, maupun Barat, kajian, dan bimbingan yang disampaikan dalam program-program Ikhwan.

Komentar Umum tentang Syaikh Umar Tilmisani

Dalam bukunya, 'Umar Tilmisani Al-Mursyid Ats-Tsalis Lit Ikhwan Al-Muslimun, Ustadz Muhammad Said Abdur Rahim menyatakan, " Thaghut (penguasa zalim; Abdun Naser) meninggal dunia, lalu para tahanan yang meringkuk di dalam penjara selama bertahun-tahun dikeluarkan, Ujian yang menimpa mengukuhkan jiwa, dan menguatkan tekad mereka. Fisik mereka memang menjadi lemah, tetapi ruh mereka semakin rindu

kepada apa yang ada di sisi Allah Ta 'ala dan menganggap dunia tidak ada artinya. Bahkan, ketakutan hilang dari hati mereka. Mereka keluar dari penjara menjadi manusia yang istiqomah dan kukuh, laksana gunung-ganang karena di penjara mereka menghafal AI-Qur'anul Karim dan menimba ilmu. Dalam penjara, mereka berjaya

menundukkan syahwat dan mengenal watak asli manusia. Benar, penjara menjadi madrasah dan guru yang memberi lebih banyak kepada mereka, daripada yang diminta dari mereka.

Di antara orang yang keluar dari penjara ialah Ustadz Umar Tilmisani. Allah Ta 'ala

menyiapkannya memimpin Jamaah pada fasa menakhodai bahtera yang sedang mengarungi gempuran badai samudra dengan bijaksana, sabar, tenang, dan lembut disertai keteguhan iman dan semangat baja.

Pada zaman kepimpinan Syaikh Umar Tilmisani, dakwah berkembang pesat melebihi

masa-masa sebelumnya. Para pemuda yang ingin tahu kepada Islam, hingga semangat

keislaman menjadi warna dominan di berbagai kampus dan persatuan, bahkan di Mesir secara keseluruhannya. Beliau mampu menakhodai bahtera secara piawai, tangkas, dan profesional. Dan hasilnya, bahtera dapat melintasi berbagai-bagai perangkap dan gelombang bahaya, hingga akhirnya tiba di pantai yang aman.

Umar Tilmisani —rahimahullah- mengalami berbagai ujian dan menghabiskan sekitar dua puluh tahun umurnya di penjara. Beliau tabah dan sabar menghadapi penyiksaan dari penjaga penjara. Meskipun mendapat siksaan keras dan perlakuan kasar dari penjaga penjara, lisannya tidak pernah bosan berzikir kepada Allah Ta 'ala dan mengajak saudara-saudaranya bersabar dan istiqomah. Bahkan, lisannya tidak

pernah mengucapkan kata-kata keji kepada penjaga penjara dan orang-orang yang

menzaliminya. Beliau menyerahkan urusan mereka kepada Allah Ta 'ala kerana Dialah sebaikbaik pihak yang diserahi.

Kembali ke Rahmatullah

Ustadz Umar Tilmisani pulang ke rahmatullah pada hari Rabu, 13 Ramadhan 1406, bersamaan dengan 22 Mei 1986 di rumah sakit, karena menderita sakit, dalam usia hampir 82 tahun.

Syaikh Umar Tilmisani disholatkan di Masjid Jami' Umar Mukarram, Cairo, dengan dihadiri pelayat yang jumlahnya mendekati seperempat juta manusia. Bahkan ada yang

mengatakan setengah juta manusia dari penduduk Mesir dan utusan yang datang dari luar Mesir.

Alhamdulillah, Allah Ta'ala memberikan kesempatan padaku (penulis artikel ini-Red) untuk ikut melayat beliau bersama beberapa Ikhwan dari negara-negara Arab. Inilah biografi ringkas Ustadz Umar Tilmisani, Mursyidul Am Ketiga Ikhwanul Muslimin,

Semoga Allah Ta 'ala menerima dan memasukkannya ke dalam golongan hambahamba-Nya yang shalih, serta menyertakan kita bersama mereka di sisi-Nya.

QS An-Nisa 4 : 69. dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.

[314] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

MARAJI’

Risalah Tsulasa Edisi 1, 11 Rabiul Awwa 1426 H/20 April 2005 M, Terbitan Bahan Tarbiyah Online.

http://ariefmu.multiply.com/journal/item/22/SYAIKH_UMAR_TILMISANI

MUHAMMAD KAMALUDDIN AS-SANANIRI

kamal.jpg
(1336-1402 H = 1918-1981M)
Daie dan mujahid
Ahli Maktab Irsyad IM
Latarbelakang beliau
Muhammad Kamaluddin bin Muhammad ‘Ali as-Sananiri telah dilahirkan di Kaherah pada 28 Jamadil Awwal 1336H bersamaan 11 Mac 1918. Beliau membesar dalam keluarga yang senang Beliau mendapat pendidikan awal di sekolah awam sehingga memperolehi sijil rendah dan menengah.Beliau tidak menyambung pelajaran ke pengajian tinggi di universiti sebaliknya memilih bekerja di sektor kerajaan.

Beliau telah menyertai kementerian kesihatan (unit membasmi malaria) pada 1353H bersamaan 1934M. Selepas 4 tahun bekerja (1938M), berhenti dan bersiap untuk ke Amerika Syarikat untuk belajar di dalam jurusan farmasi. Beliau bercadang bekerja di farmasi milik bapanya sekembalinya dari sana tetapi beliau telah membatalkan hasratnya selepas dinasihatkan oleh seorang ulama agar tidak ke Amerika Syarikat..

Penglibatan di dalam Dakwah

Ketika zaman beliau dakwah Ikhwan Muslimin menerima sambutan ramai. Beliau menyertainya pada 1360H bersamaan 1941M dan telah berjuang dengan dedikasi, ikhlas dan sedar. Beliau juga telah mendapat tarbiah dari As-Syahid Imam Hasan Al-Banna dan Sering mengulang-ulang kata-kata As-Syahid :

picture2.jpg

Ketidahfahaman rakyat pada hakikat Islam akan menjadi ujian bagi kalian. Ulama rasmi pemerintah akan menjadi musuh kepada kalian. Setiap pemerintah berusaha membatasi amal kalian dan memasang halangan di jalan yang kalian tempuh. Mereka akan meminta bantuan dari mereka-mereka yang berjiwa lemah dan berhati sakit. Sebaliknya akan berlaku kasar kepada kalian. Kerana itu kalian akan dipanjara,disiksa,diusir,rumah-rumah kalian digeledah,harta kalian dirampas, dan tuduhan keji dilontarkan pada kalian dengan harapan dpt mengurangkan wibawa kalian. Kemungkinan ujian ini akan berlangsung dgn lama. Sedarilah, saat itu kalian baru mula menapakkan kaki dijalan yang telah ditempuh oleh para mujahid…

Semasa bersama ikhwan beliau telah diserahkan untuk melaksanakan pelbagai tugas dakwah dan organisasi.Namun kerja dakwahnya tidak menyebabkan beliau mengabaikan tanggungjawab keluarga.Bapanya meninggal dunia meninggalkan 3 saudara lelaki dan 3 saudara wanita.Beliau mengambil tanggungjawab bapa memelihara keluarganya walaupun beliau bukan anak yang sulung. Kamaludin juga turut memperjuang Mesir, Palestin, isu Arab dan Islam. Aktiviti dan tugas yang banyak telah menyebabkan beliau tidak berfikir untuk membeli rumah akibat sentiasa musafir dan bergerak. Apabila ingin berehat, beliau pergi ke rumah kakaknya untuk berehat dan makan seketika.

Tragedi 1954M / 1374H

Dasar regim kerajaan yang diktator dan enggan melaksana syariah menyebabkan berlaku pertembungan dengan Ikhwan Muslimin. Akibat pertembungan itu kerajaan telah mengumumkan pembubaran Ikhwan Muslimin dan menangkap ramai anggotanya. Tindakan ini menyebabkan demontrasi raksasa dan Kamalaluddin adalah antara salah seorang koordinator. Demontrasi ini memaksa kerajaan membebaskan tahanan dan menjanjikan pemulihan pemerintahan.

Kerajaan kemudian mengatur rancangan membasmi Ikhwan Muslimin dengan mengadakan peristiwa Mansyiyyah. Anggota Ikhwan Muslimin ditangkap semula termasuk Kamaluddin pada Oktober 1954M. Beliau telah dihukum penjara selama 20 tahun sehingga keluar pada 1394H bersamaan Januari 1973M

Kehidupan dalam penjara

Semasa proses perbicaraan mahkamah, beliau menerima siksaan yang dahsyat dalam tahanan sehingga semasa sesi pertama perbicaraan, ibunya sendiri tidak mengenalinya. Badannya kurus, rahangnya patah, percakapannya berubah. Telinga kirinya pula tuli. Siksaan dahsyat yang diterimanya menyebabkan adik iparnya (daripada isteri pertama) yang ditahan bersamanya hilang akal dan dimasukkan hospital sakit jiwa.

Semasa di penjara beliau hanya memakai baju yang kasar dan enggan memakai baju dalam yang boleh dibeli daripada penjara.Beliau enggan menerima apa jua yang dianggap kurniaan warder penjara kepada tahanan untuk memujuk mereka atau boleh disekat untuk menakutkan mereka.Beliau mahu jiwanya bebas daripada segala ikatan dunia Beliau telah mengisi jiwanya dengan zuhud dan amal soleh, melakukan qiamullail dan berpuasa di siang hari.

Pujukan keluarga

Dalam tahanan, regim menekan isteri pertama dan ibunya untuk memujuk untuk menulis sokongan kpd Abdul Nasir. Bersama linangan air mata ibunya yang berumur 70an memujuknya menulis surat rayuan. Namun dia berkata :

كيف يكون موقفي بين يدي الله إذا أرسلت هذه الرسالة ثم مت، هل ترضين يا أمي أن أموت على الشرك؟

Bagaimana keadaan saya ketika berdiri di hadapan Allah jika saya mengutus surat ini kemudian saya mati. Adakah kamu rela wahai ibu, saya mati dalam keadaan syirik?

Kamaluddin memberi pilihan kepada isterinya untuk kekal sebagai isteri atau untuk dicerai dan isterinya memilih untuk kekal sebagai isteri. Namun beliau terpaksa mencerai isterinya itu setelah keluarga isterinya mendesak hasil tekanan regim pemerintah.

Perkahwinan dalam penjara

Selepas lima tahun penjara, Kamaluddin telah dimasukkan ke hospital penjara. Beliau bertemu Syed Qutb yang menerima rawatan di situ dan meminang Aminah daripada Syed Qutb. Aminah menyetujui lamaran tersebut sekalipun tempoh untuk kahwin mungkin berlarutan 15 hingga 20 tahun. Diakad nikah dengan Aminah Qutb semasa dalam penjara.Kerana kasihankan isterinya, Kamaluddin meminta pandangan isterinya sama ada mahu meneruskan tali perkahwinan atau tidak.

Beliau tidak mendapat jawapan sehinggalah datang surat daripada isterinya:

لقد اخترت أملاً أرتقبه، طريق الجهاد والجنة، والثبات والتضحية، والإصرار على ما تعاهدنا عليه بعقيدة راسخة ويقين دون تردد أو ندم

Saya memilih harapan yang saya tunggu-tunggu; jalan jihad dan syurga, keteguhan dan pengorbanan, tegar dengan janji yang kita ikrarkan dengan aqidah yang kukuh dan keyakinan tanpa ragu-ragu atau menyesal”.

Mereka hanya disatukan hanya selepas keluar daripada penjara dan tidak memperolehi cahaya mata.

Selepas dibebaskan

Selepas dibebaskan, beliau kembali aktif dalam dakwahnya. Penderitaan panjang yang dialaminya tidak menyebabkannya berehat dan luntur. Bahkan beliau bagaikan permata yang digilap. Bertambah memancar kilauannya.. Peranannya yang paling menonjol ialah dalam jihad Afghanistan.

Beliau menghabiskan masa dan tenaganya membantu mujahidin Afghanistan, mendamai dan menyelesaikan perselisihan antara pimpinan mereka.Mujahidin Afghanistan mengetahui keikhlasan dan keprihatinannya terhadap kesatuan saf.
Mereka mematuhi dan menghormatinya. Mereka hampir-hampir tidak membantahnya semasa beliau bersama mereka.

Penangkapan dan pembunuhan

Sekembali dari Afghanistan, beliau ditangkap bersama anggota gerakan Islam dan pimpinan nasionalis Mesir yang lain. Pada Zulkaedah 1401H bersamaan September 1981, Presiden Sadat telah mengeluar “arahan berjaga-jaga” ke atas para pembangkangnya. Mereka disumbatkan ke pusat-pusat tahanan selepas bangkangan hebat terhadap perdamaian dengan Yahudi.

Kamaluddin disiksa teruk untuk mendapat maklumat tentang organisasi antarabangsa Ikhwan Muslimin dan peranannya di Afghanistan dalam umur melebihi 60 tahun. Akibat dari siksaan tersebut beliau menghembuskan nafas terakhir pada 10 Muharram 1402H bersamaan 8 November 1981M. Warder penjara mewarwarkan bahawa beliau membunuh diri. Tetapi tiada yang dapat menerima tuduhan tersebut walau kanak-kanak kecil. Bagaiman lelaki yang telah tetap teguh selama 20 tahun bersama keimanan dan perjuangannya, tiba-tiba hilang pertimbangan hanya kerana ditangkap seketika sehingga boleh bertindak sedemikian rupa?.

Wallahua’lam

Semoga Allah merahmati roh al-akh as-syahid Muhammad Kamaluddin As-Sananiri dan mengumpulkan kita bersama nabiyyin wa siddiqiin wa syuhada’ wa solihin…

http://abuhamzah.wordpress.com/2008/01/30/muhammad-kamaluddin-as-sananiri/#comment-178


Senin, 04 Januari 2010

Slide explore Macrophage

Hari ini selepas kuliah IPD Prof Djanggan dari Ruang Amphy RSSA meluncur menuju kampus, untung saja kali ini motor saya tidak rewel ^^... Dengan kecepatan 60 melewati jalanan sampai di tempat paling sejuk di Kampus... MRP, bertemu saudara2 dan bergegas menuju Lab Biomedik di FKUB. Tak sabar ingin melihat hasil pengecatan macrophage yang diambil dengan metode BALT (Broncho Alveolar Lavage technique).. Teringat pas pengecatan kemaren ternyata Giemsa itu banyak macemnya... Alhamdulillah dapet banyak pelajaran dan hikmah dari macrophage ini...


Bergegas menuju Lab yang paling banyak tempat sampahnya.. saya hitung kemaren ada sekitar 22 buah, tentu saja ini memang penting supaya ruangan Lab tetep bersih.. (dua jempol).. Lab yang menurut keluarga batu bara adalah Lab yang paling menyenangkan ^^... Saya buka pintu ruangan, brrrr... langsung dinginnya AC merasuk ke badan saya, wah mudah2an rinitis alergica saya ga kambuh lagi, sejak tadi pagi bersin mulu pas ujian... Menuju ke tempat preparat saya diletakkan.. Hasil yang memuaskan klo dilihat sekilas...


Buru2 saya meluncur ke Lab PA untuk pinjam Microskop, saya ingin melihat penampakan sel2nya.. wah ternyata memang berbeda dari pengecatan sebelumnya.. yang ni bener2 MantaPP!!! Hayoooooooo... LANJUTKAN...


OK, setelah UAS, aku padamu macrophage ^^ Ting!!

Sabtu, 02 Januari 2010

alhamdulillah...

Assalamu'alaikum....

Alhamdulillah, akhirnya bisa ngunjungi blog ini setelah sekian lama...
Ok.. Terinspirasi dari seorang teman maka saya khususkan blog ini untuk cerita lucu dan menginspirasi,,, supaya bisa mereduksi sifat koleris saya.. Untuk bagian yang serius di blog yang satu lagi Ok.. semoga bermanfaat......

Jumat, 17 Juli 2009

Masih Perlukah Wanita Belajar Memasak?

Tulisan ni di posting dari blognya SMP, subhanallah….

http://media-itsar-materitarbiyah.blogspot.com/2008/01/masih-perlukah-wanita-belajar-memasak.html

Sebuah pekerjaan rumah tangga yang kini mulai ditinggalkan wanita modern.

Hasan mengernyitkan kening ketika menyantap nasi goreng buatan Rahmi, istri barunya. Di bibirnya tersungging sebuah senyum tipis, sementara Rahmi memandang suaminya penuh rasa cemas. Benar dugaannya, hingga kali ketiga ia memasakkan nasi goreng untuk suaminya ternyata belum juga bisa terasa pas di lidah. akhwat

“Enak…,” hibur suaminya sambil meneruskan, “Cuma terlalu asin.” Rahmi tersenyum kecut menahan malu. Setelah hampir sebulan lalu keduanya menikah, baru tak lebih dari dua pekan mereka menempati rumah kontrakannya. Sejak saat itu Rahmi memang harus memasak, mencuci, dan menyeterika sendiri. Pekerjaan-pekerjaan yang tak pernah ia sentuh ketika masih gadis. Ibunya tak pernah mengajarkan pekerjaan-pekerjaan semacam itu kepadanya, dan semasa kuliah pun habis waktunya untuk belajar melulu.

Beruntung, Hasan termasuk suami yang mau mengerti latar belakang kehidupan istrinya, hingga selanjutnya justru Hasanlah yang mengajari Rahmi berbagai resep masakan.

Di era globalisasi ini, semakin banyak gadis yang senasib seperti Rahmi. Sekolah tinggi, pandai, mandiri, tetapi tak bisa memasak, tak suka mencuci ataupun menyapu halaman. Kamarnya penuh buku diktat berantakan, debu di rak buku dan jendela sudah berminggu-minggu belum dibersihkan, tetapi gadis penghuni kamar itu tetap asyik berkutat dengan buku-buku pelajaran dan komputernya.

Jika dilihat dari kesibukan jadwal kuliah dan materi pelajaran yang ekstra berat, kita mungkin bisa memahami mengapa gadis-gadis pandai itu begitu giat belajar hingga melalaikan pekerjaan-pekerjaan teknis. Dianggapnya pekerjaan-pekerjan itu hanya membuang waktu, buang tenaga, tidak bermanfaat, dan terlalu remeh dibandingkan tugas belajar yang berat. Benarkah pendapat itu?

Tentu saja salah besar. Setiap pekerjaan, seremeh apapun, pasti ada manfaatnya. Khusus untuk pekerjaan-pekerjaan kecil dalam rumah tangga seperti ini, sebenarnya memiliki manfaat cukup besar pula bagi kaum hawa. Apa saja manfaatnya, akan kita bahas berikut ini.

Bukan Pekerjaan Remeh

Pekerjaan memasak, misalnya, akan menajamkan perasaan seseorang. Kepandaian merajang bawang merah dengan sama tipis, sama sekali bukan hal yang mudah. Memperkirakan minyak agar tidak terlalu panas sehingga kerupuk bisa mekar dengan baik sempurna, kuningnya pas, dan tidak terlalu coklat pun butuh kepekaan perasaan. Belum lagi persoalan penataan hidangan di meja makan, bagaimana bisa nampak lebih menarik untuk disantap, semuanya butuh kelembutan perasaan dan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan.

Mencuci, sekilas nampak seperti pekerjaan kasar semata. Ternyata di sana tetap dibutuhkan juga latihan kesabaran. Kaos kaki dekil, hanya bisa dibersihkan dengan menguceknya kuat-kuat berkali-kali. Bagian dalam kerah baju dan saku, perlu gosokan pelan namun teliti karena debunya tersembunyi di bagian yang sulit dikucek. Belum lagi saat menjemurnya. Jika asal-asalan merentangkan jemuran, ketika kering baju menjadi kusut. Tetapi jika dijemur dengan rapi, hati-hati, diluruskan serat-serat kainnya, maka baju akan lebih terawat rapi, tak mudah kusut maupun molor.

Begitu juga dengan meyeterika, membutuhkan latihan kesabaran yang tak ringan. Untuk bisa menyeterika kerah baju, bahu yang letaknya menyudut, lipatan-lipatan rok yang harus ditata satu demi satu, semuanya tak bisa dikerjakan dengan kasar dan sembarangan dan membutuhkan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan pula.

Bagaimana dengan membersihkan kamar, menata buku, atau memasang vas bunga di meja, apakah semuanya pekerjaan remeh? Sama sekali tidak, karena semua ini akan mempertajam kepekaan para gadis terhadap kebersihan dan keindahan rumahnya kelak. Jika terbiasa dengan kamar seperti kapal pecah, lantas siapa yang nantinya berinisiatif memperindah rumahnya kelak? Padahal merawat bunga dalam pot bukan hal yang ringan. Membersihkan debu di sela-sela susunan buku, di sudut-sudut jendela pun butuh ketelatenan. Apakah harus suami yang mengerjakannya? Atau menggantungkan kepada pembantu? Ada pembantu pun tak akan berguna, jika majikannya tak peka terhadap kebersihan dan keindahan rumah.

Persiapkan Gadis-gadis Kita

Walaupun kita merasa sebagai orang modern, jangan sekali-sekali merasa tak perlu mengajarkan ketrampilan-ketrampilan rumah tangga kepada gadis-gadis kita. Apapun kesibukan mereka, latihlah gadis-gadis itu untuk bisa (walau tak harus pandai) memasak, menjahit, mencuci maupun menyeterika. Seperti yang sudah kita bahas, pekerjaan-pekerjaan tersebut turut berperan dalam membentuk karakter feminin dalam kepribadian mereka.

Jika gadis-gadis trampil melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut, kepekaan perasaan bisa tetap terjaga, juga kepekaan terhadap kebersihan lingkungan dan tumbuhlah pula cita rasa keindahannya. Kelembutan tangan dan kelincahan motorik halus jari-jari tangan mereka pun tetap terjaga. Dan pada akhirnya, semua itu akan membantu menghaluskan kejiwaan mereka, menumbuhkan kesabaran dan ketelatenannya.

Kepribadian yang halus dan lembut seperti ini akan menyeimbangkan kemandirian, kepandaian dan kemampuan rasio yang mereka dapatkan dari sekolah-sekolah formal yang ada.

Di jaman kehidupan Rasulullah, gadis-gadis telah mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan berkeluarga sebelum mereka baligh. Sehingga ketika datang saat baligh, mereka telah dewasa dan siap untuk menjalani hidup pernikahan. Apakah terlalu muda? Tidak, karena kepribadian mereka telah cukup matang. Jauh berbeda dengan kepribadian gadis-gadis usia baligh sekarang, yang justru sedang berada dalam masa kritis sebagai remaja yang sedang mencari jati diri. Ini semua gara-gara para orang tua lalai untuk mendewasakan gadis-gadis mereka sebelum baligh.

Karena keadaan memang sudah berbeda, kita pun tak bisa melawan arus dengan mudah. Anak-anak gadis kita tetap harus mengikuti pola perkembangan masyarakat kita, tetapi jangan sekali-sekali lupa untuk tidak memberikan kebutuhan pendidikan kepribadian yang paling mereka butuhkan untuk masa-masa berkeluarganya kelak. Bukankah suami akan lebih sayang jika istri yang memasakkan makanan untuknya?

“dan bekerjalah kamu, maka Allah dan RosulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu dan kamu akan dikembalikan kepada (ALlah) yang maha mengetahui yang ghoib dan yang nyata”

Wah… Jadi Tersindir… Ayo Semangat memperbaiki diri sebelum terlambat!