<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897</id><updated>2012-02-01T02:57:19.938-08:00</updated><category term='Tasqif'/><category term='Resolusi'/><category term='Skripsi'/><title type='text'>Pejuang</title><subtitle type='html'>-Sebuah Perjalanan yang panjang, selalu di awali dengan langkah pertama dan mungkin masih dalam jarak yang kecil...

Sejarahlah yang akan menjadi bukti,, dan catatan adalah yang akan membicarakannya...^^ Ayo menulis...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-252978165259338861</id><published>2010-02-15T14:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T14:44:46.048-08:00</updated><title type='text'>al-Isti’ab ad-Da’awy (Kapasitas Rekruitmen Dakwah)</title><content type='html'>&lt;table width="100%" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="postbody" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taujih ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Isti’ab diartikan sebagai kapasitas atau daya tampung bagi setiap Murabbi/Murabbiyah, ibarat sebuah gelas, maka jumlah air yang dapat ditampung oleh gelas itulah kapasitas dari gelas. Jika beban air yang diberikan melebihi kapasitasnya, maka air akan tumpah kemana-mana, sebagaimana seorang murabbi jika diberikan tanggungan yang melebihi kapasitasnya, maka dia tak akan mampu menanggungnya.Bila kita melihat adik kita yang masih TK semisal, kemudian kita minta dia untuk mengerjakan tugas praktikum kita, tentu dia tidak akan bisa mengerjakannya, sebaliknya, ’Pe eR’-nya dia tentu dengan sangat mudah dapat kita selesaikan. Inilah hubungan kapasitas dengan tuntutan, yang mana yang lebih besar? Kapasitas da’awi kita? Ataukah tuntutan dakwah yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah manusia berbeda dengan gelas, kapasitas manusia dapat ditambah atau berkembang, bagaimana maningkatkan kapasitas da’awi para murabbi/yah ini adalah pokok bahasan taujih sang ustadz di sore hari yang diluar hujan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Mushthafa Masyhur Allahuyarham dalam sebuah bukunya, Thariqud Da’wah, bainal Asshalah wal Inkhiraf, menyatakan: “Kalau Tarbiyah tidak berjalan (ihtimam/ perhatian terhadap tarbiyah tidak berjalan) maka kader-kadernya akan menjadi duunal mustawa’ (dibawah level).” Maksud dari pernyataan Syaikh rahimahullah sebagaimana dijelaskan ustadz adalah pentingnya untuk memperbesar kapasitas seseorang dengan pintu tarbiyah. Peningkatan kapasitas ini dapat dibagi menjadi tiga hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. al-Isti’ab ar-Ruuh&lt;br /&gt;   2. al-Isti’ab al-‘Ilmy&lt;br /&gt;   3. al-Isti’ab al-Haraky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Isti’ab ar-Ruuhy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan spiritual. Pada dasarnya setiap manusia itu kosong seperti sebuah CD-blank, barulah kemudian akan ada blokiran dalam catatan hariannya untuk kegiatan-kegiatannya. Kenyataannya seringkali beberapa ikhwah mengatakan ”Pas masuk waktu duhur ndilalah ngetik belum selesai” (kata ustadz ndilalah yang bahasa jawa itu artinya “kok ya”, berasal dari bahasa arab: bi idznillah), padahal seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya, kita blok terlebih dahulu waktu shalat kita, sediakan space dalam gelas kita untuk shalat 5 waktu dan tidak diisi oleh air. Maka insyaAllah kegiatan lain akan menyesuaikan waktu shalat kita itu, karena kita sudah memblokir space kapasitas ruhiyah kita dan air/ kegiatan lain akan mengisi sisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Isti’ab al-‘Ilmy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan keilmuan. Tuntutan dakwah bagi murabbi/yah sebenarnya sederhana, tuntutan itu adalah menyampaikan satu ayat. Jadi tidak ada kemudian istilah ”bentrok dakwah dan kuliah” atau bentrok ”dakwah, kuliah, nikah” semisal (he..). Karena satu ayat akan kita dapatkan dari salah satu kajian kemudian kita transfer kepada mutarabbi/yah kita, jika satu ayat telah tertransfer, tugas kita mencari satu ayat lagi untuk ditransfer. Tidak semua harus menjadi Lc (kata ustadz Lc ini kepanjangannya LuCu) dulu atau harus ngaji hadits dan menguasai hardisk dulu, sistemnya adalah cari satu ayat, berikan satu ayat, habis? Cari lagi, berikan lagi, begitu seterusnya. Jangan sampai materi itu hanya menumpuk dalam diri kita saja, nanti bisa jadi kolesterol materi. Jadi materi itu tetap harus disalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Isti’ab al-Haraky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah peningkatan kapasitas kader terkait dengan pergerakan. Bagian terpenting dari pergerakan ini adalah wilayah dan jangkauan kita dalam berdakwah. Dicontohkan ketika da’wah Rasulullah dahulu, ikatan yang digunakan untuk menyebarkuaskan fikrah adalah keluarga dan kabilah, tetapi sekarang arena da’wah sangat luas, baik kos, organisasi, fakultas, kampus. Sangat penting untuk menyadari posisi kita dan memaksimalkan wilayah dakwah yang bisa kita cover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi tanya jawab,&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana jika ada mutarabbi kita yang ngaji juga di harakah lain? Kita delete dari tim atau bagaimana? Atau kita larang untuk ngaji sembarangan.&lt;br /&gt;   2. Bagaimana jika mutarabbi kita lebih pintar dari kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prinsip kita adalah: ”Tidak boleh melarang orang untuk belajar.” Terus berusaha menunjukkan fikrah kita tetapi jangan sampai menjelekkan harakah lain. Seperti orang yang berdagang, maka kita harus bisa meyakinkan pembeli bahwa barang dagangan kita paling bagus tanpa menjelekkan barang dagangan orang lain. Justru diharapkan dengan banyak ngaji insyaAllah kapasitasnya akan bertambah. Pelarangan untuk belajar di harakah lain itu –kata ustadz- menunjukkan busuknya hati seseorang.&lt;br /&gt;2. Posisikan diri bahwa sebenarnya Murabbi/yah dan Mutarabbi/yah sebenarnya adalah sama dan setingkat, hanya saja Murabbi dapat materi lebih dulu sehingga kita diharapkan bisa enjoy dengan mutarabbi sepintar apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab.&lt;br /&gt;Rangkuman taujih beliau di IC Seturan, 14 April 2006/ 16 Rabi’ al-Awwal 1427H&lt;br /&gt;Akhukum fillah, Imam Manggalya (Ketua BEM KU UGM 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://ksai-aluswah.org/news.php?item.46" target="_blank"&gt;http://ksai-aluswah.org/news.php?item.46&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="genmed" height="40" valign="bottom"&gt;           &lt;!-- Begin PNphpBB2 Attachment Mod --&gt;                        &lt;!-- End PNphpBB2 Attachment Mod --&gt;             &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Tegakkan Islam di dadamu, maka ia akan tegak di muka bumimu.&lt;/span&gt;             &lt;span class="gensmall"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;          &lt;td class="gensmall" align="right"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-252978165259338861?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/252978165259338861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/02/al-istiab-ad-daawy-kapasitas-rekruitmen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/252978165259338861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/252978165259338861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/02/al-istiab-ad-daawy-kapasitas-rekruitmen.html' title='al-Isti’ab ad-Da’awy (Kapasitas Rekruitmen Dakwah)'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-3215455201905382917</id><published>2010-01-10T02:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T02:56:21.113-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resolusi'/><title type='text'>Resolusi 2010</title><content type='html'>Resolusi??? Apakah itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kemaren banyak yang nulis itu... Resolusi 2010... Resolusi itu artinya tekad... Ho ho ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gitu itu nama lain dari nama saya.. He he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini menyatakan bawha,&lt;br /&gt;saya Rabbi Natiqah mendeklarasikan Resolusi si Tahun 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyelesaikan Proposal Skripsi di pertengahan bulan Januari dan daftar, Skripsi di akhir Februari.. Ujian di bulan April&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ikut Les Bahasa Inggris u/ Conversation, TOEFL dan Job mulai Februari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mensukseskan KKN FKUB2006 Februari-ApriL 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yudisium PD FKUB gelombang 1st&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. IPK Kumlaude&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Buat Tulisan setiap bulannya minimal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mentoring dan Halaqah (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hafalan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah meridhoi dan menjadi penolong bagi kami... Amiiiin.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-3215455201905382917?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/3215455201905382917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/resolusi-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/3215455201905382917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/3215455201905382917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/resolusi-2010.html' title='Resolusi 2010'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-4890416042770239478</id><published>2010-01-09T19:55:00.001-08:00</published><updated>2010-01-09T19:57:06.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasqif'/><title type='text'>Syaikh Umar Tilmisani</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Mursyid ‘Aam III Ikhwanul Muslimin, 1322 – 1406 H/1904 – 1986 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani adalah salah seorang dari tokoh-tokoh da’i dan murobbi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nama lengkapnya Ustadz Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Musthafa Tilmisani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau pernah menjabat sebagai Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin setelah wafatnya Mursyid ‘Aam kedua, Hasan Hudhaibi pada bulan November 1973.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TEMPAT, TANGGAL LAHIR DAN MASA KECIL SYAIKH UMAR TILMISANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Garis keturunan Syaikh Umar Tilmisani berasal dari Tilmisan, Aljazair.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau dilahirkan di kota Cairo pada tahun 1322 H/1904 M, di jalan Hausy Qadam, Al Ghauriyah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayah dan kakeknya merupakan pedagang kain dan batu permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kakek beliau merupakan seorang salafi yang banyak mencetak buku-buku karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena itu beliau hidup dan besar dalam suasana yang jauh dari bid’ah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syaikh Umar Tilmisani mendapat pendidikan awal di sekolah yang dikelola oleh yayasan sosial tingkat menengah dan atas di Madrasah Ilhamiyah, kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum. Tahun 1933 beliau lulus dari Fakultas Hukum kemudian menjadi pengacara di Syabin Al-Qanathir dan bergabung dengan jama’ah Ikhwanul Muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani merupakan pengacara pertama yang bergabung dengan Ikhwan, mewakafkan pemikiran dan potensi untuk membelanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau merupakan orang kuat Hasan Al-Banna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau sering menyertai Al-Banna dalam beberapa kunjungan, baik di dalam maupun di luar Mesir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan, Imam Syahid sering meminta bantuannya dalam menyelesaikan beberapa masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani nikah ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Istrinya wafat pada bulan Agustus 1979 setelah menyertainya selama setengah abad lebih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari perkawinannya itu, mereka dikaruniai empat orang anak : Abid, Abdul Fattah dan dua orang putri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesibukan beliau sebagai pengacara tidak membuatnya lupa untuk selalu menuntut ilmu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau banyak menelaah berbagai ilmu, seperti : tafsir, hadits, fiqh, sirah, tarikh dan biografi para tokoh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syaikh Umar Tilmisani juga mengikuti perkembangan berbagai konspirasi musuh-musuh Islam, baik di dalam maupun di luar Mesir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau sangat serius dalam mengkaji dan menentukan sikap serta menentang konspirasi dengan bijaksana dan nasihat yang baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau juga membantah tuduhan-tuduhan, mengikis syubhat-syubhat dengan ‘izzah seorang mukmin yang faham ketinggian agamanya dan kehinaan selain Islam. Tiada penolong selain Allah Ta’ala dan tiada agama yang diridhai selain Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KOMITMEN DIRI SYAIKH UMAR TILMISANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani meninggalkan kesan positif pada setiap orang yang mengenal dan berhubungan dengannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau dikaruniai kejernihan hati, kebersihan jiwa, kehalusan ucapan, keindahan ungkapan yang keluar dari lisannya, lidah yang fasih dengan teknik berdebat dan dialog yang sangat tersusun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beiau menceritakan tentang dirinya : “Karena itu saya tidak bermusuhan dengan siapapun, kecuali dalam rangka membela kebenaran atau mengajak menerapkan Kitabullah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalaupun ada permusuhan, maka itu berasal dari pihak mereka, bukan dariku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya bersumpah untuk tidak menyakiti seorangpun dengan kata-kata kasar, meskipun tidak setuju dengan kebijakannya atau bahkan dia menyakitiku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu, tidak pernah terjadi permusuhan antara diriku dengan seseorang karena masalah pribadi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak berlebihan kalau disimpulkan bahwa siapapun yang keluar dari majelisnya pasti mengagumi, menghormati, dan mencintai da’i unik yang menjadi murid Imam Hasan Al-Banna ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Da’i yang lulus dari madrasah Ikhwan, bergabung dengan jama’ahnya sebagai da’i yang tulus dan ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AKHLAK DAN SIFAT SYAIKH UMAR TILMISANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani sangat pemalu, seperti diketahui orang-orang yang mengenalnya dari dekat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang sering duduk dan berdialog dengan Syaikh Umar Tilmisani merasakan betapa keras dan lamanya ujian yang beliau alami di penjara, malah mensterilkan dirinya sehingga tiada tempat di dalam dirinya kecuali kebenaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau mendekam di penjara selama hampir dua puluh tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau masuk penjara pada tahun 1948 dan masuk lagi pada tahun 1954.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penguasa Mesir memenjarakannya untuk ketiga kalinya tahun 1981.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun ujian-ujian itu tidak mempengaruhi dirinya, bahkan justru menambah ketegasan dan ketegarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam wawancara dengan majalah Al-Yamamah Arab Saudi edisi 14 Januari 1982, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Tabiat yang membesarkanku membuatku benci kekerasan, apapun bentuknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini bukan hanya sekedar sikap politik, tapi sikap pribadi yang terkait dengan struktur keberadaanku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan, andai dizalimi, saya tidak akan menggunakan kekerasan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin saya menggunakan kekuatan untuk mengadakan perubahan, tetapi tidak untuk kekerasan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SURAT UNTUK PRESIDEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam surat terbuka untuk Presiden Mesir yang dimuat dalam surat kabar Asy-Sya’ab Al-Qahiriyyah edisi 14 Mei 1986, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Wahai Presiden Yang Mulia, yang terpenting bagi kami, kaum muslimin Mesir adalah menjadi bangsa yang aman, stabil dan tenang di bawah naungan syari’at Allah Ta’ala.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebab kemaslahatan umat ini terletak pada penerapan syari’at-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak berlebihan bila saya katakan, bahwa penerapan syari’at Allah Ta’ala di Mesir akan menjadi pembuka kebaikan bagi seluruh wilayahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan itulah, penguasa dan seluruh rakyat mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NASEHAT-NASEHAT SYAIKH UMAR TILMISANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam untaian nasehat yang disampaikan kepada generasi muda Ikhwan, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Tantangan yang dialami da’i sangat berat dan sukar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kekuatan material berada di tengah-tengah musuh-musuh Islam yang bersatu untuk memerangi umat Islam, meskipun mereka memiliki kepentingan yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jama’ah Ikhwanul Muslimin sekarang menjadi sasaran tembak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut logika dan akal manusia, pasukan Thalut yang beriman tidak mampu melawan Jalut dan tentaranya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi, ketika pasukan kaum mukmin yakin kemenangan itu datang dari Allah Ta’ala, bukan hanya bergantung pada jumlah pasukan dan kelengkapan persenjataan, maka mereka dapat mengalahkan Jalut dengan izin Allah Ta’ala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya tidak meremehkan kekuatan pribadi, juga tidak meminta da’i selalu membisu, zikir dengan menggerakkan leher ke kanan dan ke kiri, memukulkan telapak tangan dan menengadahkan dagu, karena itu semua bencana yang membahayakan dan mematikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya yang saya inginkan ialah berpegang teguh dengan wahyu Allah Ta’ala, berjihad dengan kalimat yang benar, tidak menghiraukan gangguan, menjadikan diri sebagai teladan dalam kepahlawanan, bersikap ksatria, istiqomah dan yakin bahwa Allah Ta’ala pasti menguji hamba-hamba-Nya dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, agar dapat diketahui siapa yang tulus dan siapa yang munafik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aspek-aspek inilah yang merupakan faktor-faktor penyebab kemenangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kisah-kisah di dalam Al-Quran merupakan argumen paling baik dalam masalah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semangat pemuda yang diiringi pemahaman mendalam tidak memerlukan banyak eksperimen, tetapi sangat memerlukan kesabaran, kekuatan dan komitmen pada aturan Al-Quranul Karim, dan mengkaji sirah generasi pendahulu yang telah menerapkannya di setiap aktivitas mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu penting, agar Allah Ta’ala mengkaruniakan kemengangan, kemuliaan dan kekuasaan yang hampir dianggap mustahil”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ISTIQOMAH DAN KEBERANIAN SYAIKH UMAR TILMISANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ustadz Umar Tilmisani dikenal sebagai seorang yang tegas di dalam maupun di luar penjara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau tidak pernah tunduk pada ancaman atau intimidasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau juga dikenal sebagai seorang yang zuhud, ‘iffah (menjaga kehormatan), hanya takut kepada Allah Ta’ala dan selalu mengharap ridho-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Saya tidak pernah takut kepada siapapun selama hidupku, kecuali kepada Allah Ta’ala.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada yang dapat menghalangiku mengucapkan kebenaran yang saya yakini, meskipun orang lain merasa berat dan saya mendapatkan kesusahan karenanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya katakan apa yang saya yakini dengan tenang, mantap dan sopan, agar tidak menyakiti pendengar atau melukai perasaannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya juga berusaha menjauhi kata-kata yang mungkin tidak disukai lawan bicaraku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan cara seperti itu, saya mendapatkan ketenangan jiwa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Andai cara ini tidak dapat merekrut banyat kawan, maka berdiam diri menjagaku dari kejahatan lawan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sikap tulus dalam ucapan, serius bekerja, berani menghadapi persoalan, istiqomah dan teguh menghadapi tantangan dari dalam maupun dari luar adalah ciri khas Ustadz Umar Tilmisani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam dialog terbuka di kota Ismai’iliyah yang dihadiri Ustadz Umar Tilmisani dan disiarkan langsung di radio dan TV, Presiden Anwar Sadat menuduh jama’ah Ikhwanul Muslimin sebagai dalang dari fitnah Sekretariat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anwar Sadat juga melontarkan tuduhan palsu lainnya kepada Ikhwan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada pilihan bagi Ustadz Tilmisani kecuali berdiri menjawab tuduhan Anwar Sadat, “Siapapun yang berlaku zalim kepadaku, maka biasanya saya adukan kepada Anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena Anda rujukan tertinggi – setelah Allah Ta’ala – buat orang-orang yang mengadu. Sekarang, kezaliman itu datang dari Anda, karena itu saya adukan Anda kepada Allah Ta’ala !”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar itu semua, Anwar Sadat terkejut dan gementar, kemudian meminta agar Ustadz Umar Tilmisani menarik kembali pengaduannya. Ustadz Tilmisani menjawab dengan tegas, sopan, dan menegaskan, "Saya tidak mengadukan Anda kepada pihak yang zalim, tapi kepada Zat Yang Maha Adil. Dialah yang mengetahui segala yang saya katakan!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gaya Hidup Syaikh Umar Tilmisani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gaya menawan dalam dialog yang mewarnai setiap tindakan Syaikh Umar Tilmisani bukanlah tindakan yang dibuat-buat. Itulah ciri khas yang melekat pada ucapan, perilaku, akhlak, dan interaksinya; baik dengan individu, jamaah,pemimpin, penguasa, dan majoriti manusia, tanpa membeda-bedakan orang kecil atau orang besar, orang miskin atau orang kaya. Syaikh Umar Tilmisani sangat meyakini prinsip Ikhwanul Muslimin yang diambil dari Al-Qur'an, As-Sunah, dan ijma’ para ulama’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: Georgia;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jamaah Syaikh Umar Tilmisani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani berpendapat, Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang tulus dan murni. Syaikh Umar Tilmisani berkata, "Orang yang menghayati langkah-langkah Ikhwanul Muslimin, semenjak berdirinya pada tahun 1347 H./I928 hingga hari ini, tidak akan menjumpai sesuatu pun kecuali serangkaian pengorbanan berkesinambungan untuk menegakkan aqidah, potensi optimum yang produktif di semua sektor kegiatan sosial, berupaya mengukuhkan ikatan persaudaraan antara berbagai-bagai bangsa muslim, dan usaha menyebarkan perdamaian di seluruh negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ikhwanul Muslimin diperangi berbagai aliran; baik dari dalam maupun luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meskipun demikian, Ikhwanul Muslimin tidak pernah sekali-kali berusaha menyebarkan fitnah, memecah-belah persatuan, menghancurkan lembaga-lembaga lain, berdebat secara anarkis, atau menbuat fitnah untuk menjatuhkan seseorang." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ciri khas lain Syaikh Umar Tilmisani ialah menyejukkan, membangunkan semangat, dan dasar interaksinya yang setia, meskipun terhadap orang yang tidak pernah mau sepakat, bahkan memerangi Ikhwanul Muslimin. Syaikh Umar Tilmisani berwasiat, "Muslim tidak mengenal istilah 'agama milik Allah dan tanah air milik semua orang." Setiap muslim meyakini segala yang ada di alam ini milik Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;semata. Siapa yang berusaha mengubah makna ini merupakan penipu yang ingin merampas sumber kekuatan negara, agar mudah dikhianati. Orang muslim tidak mengenal pemisahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;antara agama dan negara. Mereka yakin sepenuhnya pemerintah tidak mempunyai hak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersama Allah &lt;i&gt;Ta'ala., &lt;/i&gt;sebab apabila diyakini pemerintah mempunyai hak bersama Allah &lt;i&gt;Ta 'ala, &lt;/i&gt;maka pemerintah menjadi sekutu bagi-Nya. Sedang muslim tidak mengakui kemusyrikan dalam bentuk apa pun."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sifat Zuhud, Tawadhu, dan Sederhana Syaikh Umar Tilmisani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ustadz Umar Tilmisani adalah dai, murabi, dan pemimpin yang hidup secara tulus dengan Allah &lt;i&gt;Ta 'ala, &lt;/i&gt;berjuang untuk menegakkan agama-Nya, aktif dalam dunia dakwah, bersabar, selalu meningkatkan kesabaran, berjaga, berjihad, berpegang teguh pada tali agama Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;yang kokoh, dan bekerjasama dengan mujahid yang tulus, baik ketika menjadi perajurit atau pemimpin, di penjara atau di luar penjara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beliau tidak pernah mengubah sikap, pembohong, menyimpang, tamak terhadap keindahan dunia dan kekuasaan. Beliau meninggalkan kehidupan yang penuh dengan bunga-bunga dunia, untuk menghadap Allah &lt;i&gt;Ta 'ala.&lt;/i&gt;Beliau tinggal di apartment yang sangat sederhana dan bersyukur dengan hidupnya, tanpa memaksakan diri. Saya (penulis artikel ini-Red) &lt;i&gt;sedih &lt;/i&gt;hingga air mataku ingin keluar membasahi pipi, tapi saya berusaha menahannya karena khuatir beliau menyadarinya. Apalah artinya kita jika dibandingkan dengan orang-orang yang telah dibebaskan imannya dari penyakit cinta dunia, dan mengorbankan apa saja untuk memperjuangkan agama! Apartment Syaikh Umar Tilmisani berada di lorong sempit Komplek Al-Mulaiji Asy-Sya'biyah AI-Qadimah, wilayah Ath-Thahir Kairo. Tangga menuju ke kediamannya sudah tua dan usang, dan perabotnya sangat sederhana. Padahal beliau berasal dari keluarga yang kaya-raya dan berstatus tinggi. Ini semua mencerminkan kezuhudan, kesederhanaan, dan ketawadhuannya. Syaikh Umar Tilmisani dicintai pemuka masyarakat Mesir di semua lapisan. Orang-orang Qibthi juga mencintai dan menghormatinya. Bahkan ahli kerajaan pun amat menyeganinya dan mengakui sifat-sifat mulianya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seluruh anggota Ikhwanul Muslimin menganggapnya sebagai contoh teladan, berlomba-lomba untuk menimba ilmunya, dan berebut untuk melaksanakan seruannya. Ini karena cinta kepada Allah &lt;i&gt;Ta 'ala &lt;/i&gt;merupakan landasan interaksi mereka, penerapan syariatNya merupakan target mereka, dan keredhaanNya tujuan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kunjungan Syaikh Umar Tilmisani ke berbagai negara Islam; baik Arab maupun non-Arab, dan kaum muslimin di tempat pengasingan, adalah penglipur lara luka-luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;umat, sekaligus memberi bimbingan untuk kaum muslimin dalam melakukan apa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;seharusnya dilakukan untuk agama, umat, dan tanah air mereka. Seluruh kajian, ceramah, dialog, nasihat, bimbingan, dan ucapan Syaikh Umar Tilmisani memberi motivasi kepada umat, terutama para pemuda, intelektual, dan golongan ulama, agar memikul tanggungjawab dan menunaikan peranan dalam mengembalikan kejayaan Islam, sesuai dengan posisi dan bakat masing-masing. Inilah tugas dai di setiap masa dan tempat, sebab inilah risalah yang dibawa oleh para rasul yang diwariskan kepada ulama, aktivis pergerakan, dai yang tulus, dan kaum mukminin yang ikhlas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karya-Karya Syaikh Umar Tilmisani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ustadz Umar Tilmisani menyumbangkan khazanah pemikiran Islam menerusi beberapa karya tulisan dalam beberapa tema. Antara karyanya yang paling terkenal ialah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. &lt;i&gt;Syahidul Mihrab 'Umar Ibnu Al-Khathab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Al-Khuruj Minal Ma'zaqil Islamir Rahin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. &lt;i&gt;Al-Islamu wal Hukumatud Diniyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Al-Islamu wal Hayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. &lt;i&gt;Araa Fid Din Was Siyasah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6. Al-Mulhimul Mauhub Hasanul Banna;Ustadzul Jil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7. &lt;i&gt;Haula Risalah (Nahwan Nur).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8. &lt;i&gt;Dzikrayat La Mudzakkirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9. &lt;i&gt;Al-Islam wa Nazhratuhus Samiyab Lil Mar'ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10. &lt;i&gt;Ba'dhu Ma 'Allamanil Ikhwanul Muslimun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11. &lt;i&gt;Qalan Nasu Walam Aqulfi Hukmi 'AbdinNasir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12. &lt;i&gt;Ayyam Ma'as Sadat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13. &lt;i&gt;Min Fiqhil I'lamil Islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14. &lt;i&gt;Min Sifatil 'Abidin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15. &lt;i&gt;Ya Hukkamal Muslimin, Ala Takhafunallah?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16. &lt;i&gt;Fi Riyadhit Tauhid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;17. &lt;i&gt;La Nakhafus Salam, Walakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ditambah lagi karya tulisan berupa pengantar redaksi didalam majalah &lt;i&gt;Ad-Dakwah Al-Qahiriyah, &lt;/i&gt;makalah tentang persoalan Islam yang dimuat dalam berbagai majalah dan surat khabar, ceramah di seminar; baik di negara-negara Arab, Islam, maupun Barat, kajian, dan bimbingan yang disampaikan dalam program-program Ikhwan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Komentar Umum tentang Syaikh Umar Tilmisani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam bukunya, &lt;i&gt;'Umar Tilmisani Al-Mursyid Ats-Tsalis Lit Ikhwan Al-Muslimun, &lt;/i&gt;Ustadz Muhammad Said Abdur Rahim menyatakan, " &lt;i&gt;Thaghut &lt;/i&gt;(penguasa zalim; Abdun Naser) meninggal dunia, lalu para tahanan yang meringkuk di dalam penjara selama bertahun-tahun dikeluarkan, Ujian yang menimpa mengukuhkan jiwa, dan menguatkan tekad mereka. Fisik mereka memang menjadi lemah, tetapi ruh mereka semakin rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kepada apa yang ada di sisi Allah &lt;i&gt;Ta 'ala &lt;/i&gt;dan menganggap dunia tidak ada artinya. Bahkan, ketakutan hilang dari hati mereka. Mereka keluar dari penjara menjadi manusia yang istiqomah dan kukuh, laksana gunung-ganang karena di penjara mereka menghafal AI-Qur'anul Karim dan menimba ilmu. Dalam penjara, mereka berjaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menundukkan syahwat dan mengenal watak asli manusia. Benar, penjara menjadi &lt;i&gt;madrasah &lt;/i&gt;dan guru yang memberi lebih banyak kepada mereka, daripada yang diminta dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di antara orang yang keluar dari penjara ialah Ustadz Umar Tilmisani. Allah &lt;i&gt;Ta 'ala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menyiapkannya memimpin Jamaah pada fasa menakhodai bahtera yang sedang mengarungi gempuran badai samudra dengan bijaksana, sabar, tenang, dan lembut disertai keteguhan iman dan semangat baja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman kepimpinan Syaikh Umar Tilmisani, dakwah berkembang pesat melebihi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;masa-masa sebelumnya. Para pemuda yang ingin tahu kepada Islam, hingga semangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;keislaman menjadi warna dominan di berbagai kampus dan persatuan, bahkan di Mesir secara keseluruhannya. Beliau mampu menakhodai bahtera secara piawai, tangkas, dan profesional. Dan hasilnya, bahtera dapat melintasi berbagai-bagai perangkap dan gelombang bahaya, hingga akhirnya tiba di pantai yang aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Umar Tilmisani &lt;i&gt;—rahimahullah- &lt;/i&gt;mengalami berbagai ujian dan menghabiskan sekitar dua puluh tahun umurnya di penjara. Beliau tabah dan sabar menghadapi penyiksaan dari penjaga penjara. Meskipun mendapat siksaan keras dan perlakuan kasar dari penjaga penjara, lisannya tidak pernah bosan berzikir kepada Allah &lt;i&gt;Ta 'ala &lt;/i&gt;dan mengajak saudara-saudaranya bersabar dan istiqomah. Bahkan, lisannya tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pernah mengucapkan kata-kata keji kepada penjaga penjara dan orang-orang yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menzaliminya. Beliau menyerahkan urusan mereka kepada Allah &lt;i&gt;Ta 'ala &lt;/i&gt;kerana Dialah sebaikbaik pihak yang diserahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kembali ke Rahmatullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ustadz Umar Tilmisani pulang ke &lt;i&gt;rahmatullah &lt;/i&gt;pada hari Rabu, 13 Ramadhan 1406, bersamaan dengan 22 Mei 1986 di rumah sakit, karena menderita sakit, dalam usia hampir 82 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Umar Tilmisani disholatkan di Masjid Jami' Umar Mukarram, Cairo, dengan dihadiri pelayat yang jumlahnya mendekati seperempat juta manusia. Bahkan ada yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengatakan setengah juta manusia dari penduduk Mesir dan utusan yang datang dari luar Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Alhamdulillah, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;memberikan kesempatan padaku (penulis artikel ini-Red) untuk ikut melayat beliau bersama beberapa Ikhwan dari negara-negara Arab. Inilah biografi ringkas Ustadz Umar Tilmisani, Mursyidul Am Ketiga Ikhwanul Muslimin, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga Allah &lt;i&gt;Ta 'ala &lt;/i&gt;menerima dan memasukkannya ke dalam golongan hambahamba-Nya yang shalih, serta menyertakan kita bersama mereka di sisi-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin: 0cm 0cm 0pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; font-family: HQPB2;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;QS An-Nisa 4 : 69. dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: '(normal text)';" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: '(normal text)';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;[314] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: '(normal text)';" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MARAJI’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Risalah Tsulasa Edisi 1, 11 Rabiul Awwa 1426 H/20 April 2005 M, Terbitan Bahan Tarbiyah Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ariefmu.multiply.com/journal/item/22/SYAIKH_UMAR_TILMISANI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-4890416042770239478?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/4890416042770239478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/syaikh-umar-tilmisani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/4890416042770239478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/4890416042770239478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/syaikh-umar-tilmisani.html' title='Syaikh Umar Tilmisani'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-8764566018485186030</id><published>2010-01-09T19:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T19:53:35.914-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasqif'/><title type='text'>MUHAMMAD KAMALUDDIN AS-SANANIRI</title><content type='html'>&lt;div class="postinfo"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;             &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div&gt;&lt;a title="kamal.jpg" href="http://abuhamzah.files.wordpress.com/2008/01/kamal.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuhamzah.files.wordpress.com/2008/01/kamal.jpg?w=190&amp;amp;h=192" alt="kamal.jpg" width="190" height="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;(1336-1402 H = 1918-1981M)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt; Daie dan mujahid&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt; Ahli Maktab Irsyad IM&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Latarbelakang beliau&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Muhammad Kamaluddin bin Muhammad ‘Ali as-Sananiri telah dilahirkan di Kaherah pada 28 Jamadil Awwal 1336H bersamaan 11 Mac 1918. Beliau membesar dalam keluarga yang senang Beliau mendapat pendidikan awal di sekolah awam sehingga memperolehi sijil rendah dan menengah.Beliau tidak menyambung pelajaran ke pengajian tinggi di universiti sebaliknya memilih bekerja di sektor kerajaan.&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Beliau telah menyertai kementerian kesihatan (unit membasmi malaria) pada 1353H bersamaan 1934M. Selepas 4 tahun bekerja (1938M), berhenti dan bersiap untuk ke Amerika Syarikat untuk belajar di dalam jurusan farmasi. Beliau bercadang bekerja di farmasi milik bapanya sekembalinya dari sana tetapi beliau telah membatalkan hasratnya selepas dinasihatkan oleh seorang ulama agar tidak ke Amerika Syarikat..&lt;br /&gt;&lt;span id="more-32"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penglibatan di dalam Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika zaman beliau dakwah Ikhwan Muslimin menerima sambutan ramai. Beliau menyertainya pada 1360H bersamaan 1941M dan telah berjuang dengan dedikasi, ikhlas dan sedar. Beliau juga telah mendapat tarbiah dari As-Syahid Imam Hasan Al-Banna dan Sering mengulang-ulang kata-kata As-Syahid :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture2.jpg" href="http://abuhamzah.files.wordpress.com/2008/01/picture2.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuhamzah.files.wordpress.com/2008/01/picture2.jpg?w=127&amp;amp;h=137" alt="picture2.jpg" width="127" height="137" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;”&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Ketidahfaha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;man rakyat pada hakikat Islam akan menjadi ujian bagi &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;kalian. Ulama ra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;smi pemerintah akan menjadi musuh kepada kalian. Setiap pemerintah b&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;erusaha membatasi a&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;mal kalian dan memasang halangan di jalan yang kalian tempuh. Mereka &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;akan meminta bantuan dari mereka-mereka yang berjiwa &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;lema&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;h dan berhati sakit. Sebaliknya akan berlaku kasar kepada kalian. Kerana itu kalian akan dipanjara,disiksa,diusir,rumah-rumah kalian digeledah,harta kalian dirampas, dan tuduhan keji dilontarkan pada kalian dengan harapan dpt mengurangkan wibawa kalian. Kemungkinan ujian ini akan berlangsung dgn lama. Sedarilah, saat itu kalian baru mula menapakkan kaki dijalan yang telah ditempuh oleh para mujahid…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Semasa bersama ikhwan beliau telah diserahkan untuk melaksanakan pelbagai tugas dakwah dan organisasi.Namun kerja dakwahnya tidak menyebabkan beliau mengabaikan tanggungjawab keluarga.Bapanya meninggal dunia meninggalkan 3 saudara lelaki dan 3 saudara wanita.Beliau mengambil tanggungjawab bapa memelihara keluarganya walaupun beliau bukan anak yang sulung. Kamaludin juga turut memperjuang Mesir, Palestin, isu Arab dan Islam. Aktiviti dan tugas yang banyak telah menyebabkan beliau tidak berfikir untuk membeli rumah akibat sentiasa musafir dan bergerak. Apabila ingin berehat, beliau pergi ke rumah kakaknya untuk berehat dan makan seketika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tragedi 1954M / 1374H&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dasar regim kerajaan yang diktator dan enggan melaksana syariah menyebabkan berlaku pertembungan dengan Ikhwan Muslimin. Akibat pertembungan itu kerajaan telah mengumumkan pembubaran Ikhwan Muslimin dan menangkap ramai anggotanya. Tindakan ini menyebabkan demontrasi raksasa dan Kamalaluddin adalah antara salah seorang koordinator. Demontrasi ini memaksa kerajaan membebaskan tahanan dan menjanjikan pemulihan pemerintahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerajaan kemudian mengatur rancangan membasmi Ikhwan Muslimin dengan mengadakan peristiwa Mansyiyyah. Anggota Ikhwan Muslimin ditangkap semula termasuk Kamaluddin pada Oktober 1954M. Beliau telah dihukum penjara selama 20 tahun sehingga keluar pada 1394H bersamaan Januari 1973M&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kehidupan dalam penjara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semasa proses perbicaraan mahkamah, beliau menerima siksaan yang dahsyat dalam tahanan sehingga semasa sesi pertama perbicaraan, ibunya sendiri tidak mengenalinya. Badannya kurus, rahangnya patah, percakapannya berubah. Telinga kirinya pula tuli. Siksaan dahsyat yang diterimanya menyebabkan adik iparnya (daripada isteri pertama) yang ditahan bersamanya hilang akal dan dimasukkan hospital sakit jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semasa di penjara beliau hanya memakai baju yang kasar dan enggan memakai baju dalam yang boleh dibeli daripada penjara.Beliau enggan menerima apa jua yang dianggap kurniaan warder penjara kepada tahanan untuk memujuk mereka atau boleh disekat untuk menakutkan mereka.Beliau mahu jiwanya bebas daripada segala ikatan dunia Beliau telah mengisi jiwanya dengan zuhud dan amal soleh, melakukan qiamullail dan berpuasa di siang hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pujukan keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam tahanan, regim menekan isteri pertama dan ibunya untuk memujuk untuk menulis sokongan kpd Abdul Nasir. Bersama linangan air mata ibunya yang berumur 70an memujuknya menulis surat rayuan. Namun dia berkata :&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;كيف يكون موقفي بين يدي الله إذا أرسلت هذه الرسالة ثم مت، هل ترضين يا أمي أن أموت على الشرك؟&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bagaimana keadaan saya ketika berdiri di hadapan Allah jika saya mengutus surat ini kemudian saya mati. Adakah kamu rela wahai ibu, saya mati dalam keadaan syirik?&lt;/span&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kamaluddin memberi pilihan kepada isterinya untuk kekal sebagai isteri atau untuk dicerai dan isterinya memilih untuk kekal sebagai isteri. Namun beliau terpaksa mencerai isterinya itu setelah keluarga isterinya mendesak hasil tekanan regim pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perkahwinan dalam penjara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selepas lima tahun penjara, Kamaluddin telah dimasukkan ke hospital penjara. Beliau bertemu Syed Qutb yang menerima rawatan di situ dan meminang Aminah daripada Syed Qutb. Aminah menyetujui lamaran tersebut sekalipun tempoh untuk kahwin mungkin berlarutan 15 hingga 20 tahun. Diakad nikah dengan Aminah Qutb semasa dalam penjara.Kerana kasihankan isterinya, Kamaluddin meminta pandangan isterinya sama ada mahu meneruskan tali perkahwinan atau tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau tidak mendapat jawapan sehinggalah datang surat daripada isterinya:&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;لقد اخترت أملاً أرتقبه، طريق الجهاد والجنة، والثبات والتضحية، والإصرار على ما تعاهدنا عليه بعقيدة راسخة ويقين دون تردد أو ندم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Saya memilih harapan yang saya tunggu-tunggu; jalan jihad dan syurga, keteguhan dan pengorbanan, tegar dengan janji yang kita ikrarkan dengan aqidah yang kukuh dan keyakinan tanpa ragu-ragu atau menyesal&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka hanya disatukan hanya selepas keluar daripada penjara dan tidak memperolehi cahaya mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selepas dibebaskan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selepas dibebaskan, beliau kembali aktif dalam dakwahnya. Penderitaan panjang yang dialaminya tidak menyebabkannya berehat dan luntur. Bahkan beliau bagaikan permata yang digilap. Bertambah memancar kilauannya.. Peranannya yang paling menonjol ialah dalam jihad Afghanistan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menghabiskan masa dan tenaganya membantu mujahidin Afghanistan, mendamai dan menyelesaikan perselisihan antara pimpinan mereka.Mujahidin Afghanistan mengetahui keikhlasan dan keprihatinannya terhadap kesatuan saf.&lt;br /&gt;Mereka mematuhi dan menghormatinya. Mereka hampir-hampir tidak membantahnya semasa beliau bersama mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan dan pembunuhan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekembali dari Afghanistan, beliau ditangkap bersama anggota gerakan Islam dan pimpinan nasionalis Mesir yang lain. Pada Zulkaedah 1401H bersamaan September 1981, Presiden Sadat telah mengeluar “&lt;em&gt;arahan berjaga-jaga&lt;/em&gt;” ke atas para pembangkangnya. Mereka disumbatkan ke pusat-pusat tahanan selepas bangkangan hebat terhadap perdamaian dengan Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kamaluddin disiksa teruk untuk mendapat maklumat tentang organisasi antarabangsa Ikhwan Muslimin dan peranannya di Afghanistan dalam umur melebihi 60 tahun. Akibat dari siksaan tersebut beliau menghembuskan nafas terakhir pada 10 Muharram 1402H bersamaan 8 November 1981M. Warder penjara mewarwarkan bahawa beliau membunuh diri. Tetapi tiada yang dapat menerima tuduhan tersebut walau kanak-kanak kecil. Bagaiman lelaki yang telah tetap teguh selama 20 tahun bersama keimanan dan perjuangannya, tiba-tiba hilang pertimbangan hanya kerana ditangkap seketika sehingga boleh bertindak sedemikian rupa?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahua’lam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah merahmati roh al-akh as-syahid Muhammad Kamaluddin As-Sananiri dan mengumpulkan kita bersama nabiyyin wa siddiqiin wa syuhada’ wa solihin…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://abuhamzah.wordpress.com/2008/01/30/muhammad-kamaluddin-as-sananiri/#comment-178&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-8764566018485186030?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/8764566018485186030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/muhammad-kamaluddin-as-sananiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/8764566018485186030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/8764566018485186030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/muhammad-kamaluddin-as-sananiri.html' title='MUHAMMAD KAMALUDDIN AS-SANANIRI'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-1768363106846639114</id><published>2010-01-04T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T07:54:26.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi'/><title type='text'>Slide explore Macrophage</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hari ini selepas kuliah IPD Prof Djanggan dari Ruang Amphy RSSA meluncur menuju kampus, untung saja kali ini motor saya tidak rewel ^^... Dengan kecepatan 60 melewati jalanan sampai di tempat paling sejuk di Kampus... MRP,  bertemu saudara2 dan bergegas menuju Lab Biomedik di FKUB. Tak sabar ingin melihat hasil pengecatan macrophage yang diambil dengan metode BALT (Broncho Alveolar Lavage technique).. Teringat pas pengecatan kemaren ternyata Giemsa itu banyak macemnya... Alhamdulillah dapet banyak pelajaran dan hikmah dari macrophage ini...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bergegas menuju Lab yang paling banyak tempat sampahnya.. saya hitung kemaren ada sekitar 22 buah, tentu saja ini memang penting supaya ruangan Lab tetep bersih.. (dua jempol).. Lab yang menurut keluarga batu bara adalah Lab yang paling menyenangkan ^^... Saya buka pintu ruangan, brrrr... langsung dinginnya AC merasuk ke badan saya, wah mudah2an rinitis alergica saya ga kambuh lagi, sejak tadi pagi bersin mulu pas ujian... Menuju ke tempat preparat saya diletakkan.. Hasil yang memuaskan klo dilihat sekilas...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buru2 saya meluncur ke Lab PA untuk pinjam Microskop, saya ingin melihat penampakan sel2nya.. wah ternyata memang berbeda dari pengecatan sebelumnya.. yang ni bener2 MantaPP!!! Hayoooooooo... LANJUTKAN...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;OK, setelah UAS, aku padamu macrophage ^^ Ting!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-1768363106846639114?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/1768363106846639114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/slide-explore-macrophage.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/1768363106846639114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/1768363106846639114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/slide-explore-macrophage.html' title='Slide explore Macrophage'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-4071174835985690042</id><published>2010-01-02T04:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T04:13:05.694-08:00</updated><title type='text'>alhamdulillah...</title><content type='html'>Assalamu'alaikum....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya bisa ngunjungi blog ini setelah sekian lama...&lt;br /&gt;Ok.. Terinspirasi dari seorang teman maka saya khususkan blog ini untuk cerita lucu dan menginspirasi,,, supaya bisa mereduksi sifat koleris saya.. Untuk bagian yang serius di blog yang &lt;a href="http://www.natiqahdr.wordpress.com"&gt;satu lagi&lt;/a&gt; Ok.. semoga bermanfaat......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-4071174835985690042?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/4071174835985690042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/4071174835985690042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/4071174835985690042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2010/01/alhamdulillah.html' title='alhamdulillah...'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4499471737894818897.post-1898353148227568313</id><published>2009-07-17T05:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T05:02:31.039-07:00</updated><title type='text'>Masih Perlukah Wanita Belajar Memasak?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Tulisan ni di posting dari blognya  SMP, subhanallah….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="Itsar" href="http://media-itsar-materitarbiyah.blogspot.com/2008/01/masih-perlukah-wanita-belajar-memasak.html" target="_blank"&gt;http://media-itsar-materitarbiyah.blogspot.com/2008/01/masih-perlukah-wanita-belajar-memasak.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sebuah pekerjaan rumah tangga yang kini mulai ditinggalkan wanita modern. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasan mengernyitkan kening ketika menyantap nasi goreng buatan Rahmi, istri barunya. Di bibirnya tersungging sebuah senyum tipis, sementara Rahmi memandang suaminya penuh rasa cemas. Benar dugaannya, hingga kali ketiga ia memasakkan nasi goreng untuk suaminya ternyata belum juga bisa terasa pas di lidah. &lt;img class="alignright size-full wp-image-65" title="akhwat" src="http://natiqahdr.files.wordpress.com/2009/07/akhwat.jpg?w=170&amp;amp;h=128" alt="akhwat" width="170" height="128" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Enak…,” hibur suaminya sambil meneruskan, “Cuma terlalu asin.” Rahmi tersenyum kecut menahan malu. Setelah hampir sebulan lalu keduanya menikah, baru tak lebih dari dua pekan mereka menempati rumah kontrakannya. Sejak saat itu Rahmi memang harus memasak, mencuci, dan menyeterika sendiri. Pekerjaan-pekerjaan yang tak pernah ia sentuh ketika masih gadis. Ibunya tak pernah mengajarkan pekerjaan-pekerjaan semacam itu kepadanya, dan semasa kuliah pun habis waktunya untuk belajar melulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beruntung, Hasan termasuk suami yang mau mengerti latar belakang kehidupan istrinya, hingga selanjutnya justru Hasanlah yang mengajari Rahmi berbagai resep masakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di era globalisasi ini, semakin banyak gadis yang senasib seperti Rahmi. Sekolah tinggi, pandai, mandiri, tetapi tak bisa memasak, tak suka mencuci ataupun menyapu halaman. Kamarnya penuh buku diktat berantakan, debu di rak buku dan jendela sudah berminggu-minggu belum dibersihkan, tetapi gadis penghuni kamar itu tetap asyik berkutat dengan buku-buku pelajaran dan komputernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika dilihat dari kesibukan jadwal kuliah dan materi pelajaran yang ekstra berat, kita mungkin bisa memahami mengapa gadis-gadis pandai itu begitu giat belajar hingga melalaikan pekerjaan-pekerjaan teknis. Dianggapnya pekerjaan-pekerjan itu hanya membuang waktu, buang tenaga, tidak bermanfaat, dan terlalu remeh dibandingkan tugas belajar yang berat. Benarkah pendapat itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja salah besar. Setiap pekerjaan, seremeh apapun, pasti ada manfaatnya. Khusus untuk pekerjaan-pekerjaan kecil dalam rumah tangga seperti ini, sebenarnya memiliki manfaat cukup besar pula bagi kaum hawa. Apa saja manfaatnya, akan kita bahas berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bukan Pekerjaan Remeh &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pekerjaan memasak, misalnya, akan menajamkan perasaan seseorang. Kepandaian merajang bawang merah dengan sama tipis, sama sekali bukan hal yang mudah. Memperkirakan minyak agar tidak terlalu panas sehingga kerupuk bisa mekar dengan baik sempurna, kuningnya pas, dan tidak terlalu coklat pun butuh kepekaan perasaan. Belum lagi persoalan penataan hidangan di meja makan, bagaimana bisa nampak lebih menarik untuk disantap, semuanya butuh kelembutan perasaan dan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mencuci, sekilas nampak seperti pekerjaan kasar semata. Ternyata di sana tetap dibutuhkan juga latihan kesabaran. Kaos kaki dekil, hanya bisa dibersihkan dengan menguceknya kuat-kuat berkali-kali. Bagian dalam kerah baju dan saku, perlu gosokan pelan namun teliti karena debunya tersembunyi di bagian yang sulit dikucek. Belum lagi saat menjemurnya. Jika asal-asalan merentangkan jemuran, ketika kering baju menjadi kusut. Tetapi jika dijemur dengan rapi, hati-hati, diluruskan serat-serat kainnya, maka baju akan lebih terawat rapi, tak mudah kusut maupun molor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu juga dengan meyeterika, membutuhkan latihan kesabaran yang tak ringan. Untuk bisa menyeterika kerah baju, bahu yang letaknya menyudut, lipatan-lipatan rok yang harus ditata satu demi satu, semuanya tak bisa dikerjakan dengan kasar dan sembarangan dan membutuhkan ketrampilan motorik halus jari-jari tangan pula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan membersihkan kamar, menata buku, atau memasang vas bunga di meja, apakah semuanya pekerjaan remeh? Sama sekali tidak, karena semua ini akan mempertajam kepekaan para gadis terhadap kebersihan dan keindahan rumahnya kelak. Jika terbiasa dengan kamar seperti kapal pecah, lantas siapa yang nantinya berinisiatif memperindah rumahnya kelak? Padahal merawat bunga dalam pot bukan hal yang ringan. Membersihkan debu di sela-sela susunan buku, di sudut-sudut jendela pun butuh ketelatenan. Apakah harus suami yang mengerjakannya? Atau menggantungkan kepada pembantu? Ada pembantu pun tak akan berguna, jika majikannya tak peka terhadap kebersihan dan keindahan rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Persiapkan Gadis-gadis Kita &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun kita merasa sebagai orang modern, jangan sekali-sekali merasa tak perlu mengajarkan ketrampilan-ketrampilan rumah tangga kepada gadis-gadis kita. Apapun kesibukan mereka, latihlah gadis-gadis itu untuk bisa (walau tak harus pandai) memasak, menjahit, mencuci maupun menyeterika. Seperti yang sudah kita bahas, pekerjaan-pekerjaan tersebut turut berperan dalam membentuk karakter feminin dalam kepribadian mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika gadis-gadis trampil melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut, kepekaan perasaan bisa tetap terjaga, juga kepekaan terhadap kebersihan lingkungan dan tumbuhlah pula cita rasa keindahannya. Kelembutan tangan dan kelincahan motorik halus jari-jari tangan mereka pun tetap terjaga. Dan pada akhirnya, semua itu akan membantu menghaluskan kejiwaan mereka, menumbuhkan kesabaran dan ketelatenannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepribadian yang halus dan lembut seperti ini akan menyeimbangkan kemandirian, kepandaian dan kemampuan rasio yang mereka dapatkan dari sekolah-sekolah formal yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di jaman kehidupan Rasulullah, gadis-gadis telah mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan berkeluarga sebelum mereka baligh. Sehingga ketika datang saat baligh, mereka telah dewasa dan siap untuk menjalani hidup pernikahan. Apakah terlalu muda? Tidak, karena kepribadian mereka telah cukup matang. Jauh berbeda dengan kepribadian gadis-gadis usia baligh sekarang, yang justru sedang berada dalam masa kritis sebagai remaja yang sedang mencari jati diri. Ini semua gara-gara para orang tua lalai untuk mendewasakan gadis-gadis mereka sebelum baligh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena keadaan memang sudah berbeda, kita pun tak bisa melawan arus dengan mudah. Anak-anak gadis kita tetap harus mengikuti pola perkembangan masyarakat kita, tetapi jangan sekali-sekali lupa untuk tidak memberikan kebutuhan pendidikan kepribadian yang paling mereka butuhkan untuk masa-masa berkeluarganya kelak. Bukankah suami akan lebih sayang jika istri yang memasakkan makanan untuknya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“dan bekerjalah kamu, maka Allah dan RosulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu dan kamu akan dikembalikan kepada (ALlah) yang maha mengetahui yang ghoib dan yang nyata”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wah… Jadi Tersindir… Ayo Semangat memperbaiki diri sebelum terlambat!&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4499471737894818897-1898353148227568313?l=natiqahdr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://natiqahdr.blogspot.com/feeds/1898353148227568313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2009/07/masih-perlukah-wanita-belajar-memasak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/1898353148227568313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4499471737894818897/posts/default/1898353148227568313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://natiqahdr.blogspot.com/2009/07/masih-perlukah-wanita-belajar-memasak.html' title='Masih Perlukah Wanita Belajar Memasak?'/><author><name>Pejuang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17492850752939947606</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
